Comments

Kamis, 27 November 2014

Inilah Soal KD III Pendidikan Orang Dewasa (POD) dan Jawabannya!!

Posted by at 19.40 Read our previous post
SOAL KD III
Mata Kuliah   :  Pendidikan Orang Dewasa
Hari/tanggal  :  Senin, 24 November 2014
Dosen          :  Dr. Sapja Anantanyu
Waktu          :  1 x 24 jam

Ketentuan:
- Jawablah semua pertanyaan-pertanyaan berikut dengan sejelas-jelasnya, boleh diketik atau tidak harus dengan tulisan tangan;
- Selama mengerjakan soal, diperbolehkan membuka buku atau catatan;
- Jawaban merupakan hasil pemikiran perseorangan dalam bentuk diskripsi, bukan hasil diskusi, kesamaan jawaban berkonsekuensi tidak lulus;
- Dikerjakan secara berurutan, jaga waktunya (1 x 24 jam), dan jawaban saudara dikumpulkan di meja saya hari Jum’at (28-11-2014);
- Selamat mengerjakan, semoga Hasilnya Memuaskan

1.    Apa yang saudara ketahui tentang kurikulum pendidikan? Apa yang membedakan kurikulum POD dengan kurikulum untuk pendidikan formal? Jelaskan tahapan penyusunan kurikulum POD!
2.    Program pendidikan orang dewasa perlu didesain secara tepat agar memenuhi harapan dan sesuai dengan tujuan. Sebut dan jelaskan macam-macam program POD yang saudara ketahui!
3.    POD bertujuan untuk meningkatkan knowledge, attitute, skills, atau behaviour khalayak sasaran melalui berbagai usaha. Apa yang dimaksud knowledge, attitute, skills, dan behaviour? Sebut dan jelaskan strategi pembelajaran untuk meningkatkan knowledge, attitute, skills, dan behaviour!
4.    Tujuan pendidikan perlu dirumuskan secara tepat sebelum program pembelajaran dilaksanaka. Sebutkan cara merumuskan tujuan pendidikan tersebut? Berilah contoh yang mengarah pada perubahan kognitif, afektif, dan psikomotorik!
5.    Diperlukan metode dan teknik yang sesuai untuk melaksanakan proses belajar – mengajar.  Apa yang dimaksud dengan metode dan teknik pembelajaran? Apa dasar pemilihan metode dan teknik pembelajaran itu? Jelaskan!       
6.    Jelaskan konsep-konsep berikut sehingga terlihat perbedaannya, kalau perlu sertakan contohnya ! 
a.    Performance
b.    Lesson plan
c.    Prinsip keterpaduan
d.    Prinsip sequen
e.    Motivasi belajar
f.     Analisis peran
g.    Saringan psikologis
h.    Metode individu
i.     Alat bantu
j.     Workshop


Selamat mengerjakan, semoga sukses
 
 




 1.
Kurikulum Pendidikan adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.

Yang membedakan kurikulum POD dengan kurikulum pendidikan formal terletak pada prinsip-prinsip yang melatarbelakangi pembuatan kurikulum tersebut, kurikulum POD lebih berorientasi pada perencanaan pendidikan dan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip orang dewasa itu sendiri (orang-orang yang sudah berpikiran dewasa dan berkembang) dan biasanya menggunakan pendekatan pendidikan luar sekolah atau pendidikan masyarakat dan disertai banyak training atau pelatihan. Beda dengan kurikulum pendidikan formal yang lebih menggunakan pendekatan pendidikan yang formal maksudnya pendidikan yang masih banyak terikat peraturan-peraturan khusus dalam proses perencanaan dan rancangan pembelajarannya, serta lebih banyak menekankan pada teori daripada praktiknya.

Tahapan penyusunan kurikulum POD :

1. Identifikasi tujuan umum pengajaran
2. Melakukan analisis pengajaran
3. Identifikasi tingkah laku masukan dan cirri peserta didik
4. Merumuskan tujuan performansi
5. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan
6. Mengembangkan strategi pengajaran.
7. Mengembangkan dan memilih materi pengajaran
8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif
9. Merevisi bahan pengajaran dan
10. Merancang dan melakukan evaluasi sumatif.


2.

Contoh program dalam POD :
  • Program Pemberdayaan Masyarakat Petani melalui SLP (Sekolah Lapangan Petani) 
Program ini dilakukan melalui pendekatan sekolah lapangan petani atau SLP. SLP merupakan suatu pendekatan dalam rangka mengimplementasikan program-progam bersama masyarakat. SLP memberikan kesempatan seluas luasnya bagi peserta untuk berinteraksi dengan peserta yang lain, saling bertukar pengalaman, menyampaikan pendapat, menganalisis setiap persoalan yang dihadapi, mengambil kesimpulan dan selanjutnya berani mengambil tindakan dalam rangka menyelesaikan persoalan bersama. SLP memiliki proses belajar yang tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah formal yang mana SLP juga memiliki kurikulum sebagai acuan belajar. Hanya saja kurikulum pada sekolah formal berdasarkan acuan kurikulum tahun-tahun sebelumnya atau dengan kata lain dirumuskan dari pusat. Sedangkan kurikulum yang dipergunakan pada SLP merupakan hasil rumusan bersama antara fasilitator dengan peserta yang tentu saja berdasarkan prioritas persoalan yang sedang dihadapi oleh peserta.

  • Program pengendalian hama terpadu melalui SLPHT 
Program ini berorientasi pada cara atau metode yang tepat dalam melakukan pengendalian hama sesuai dengan akar masalahnya yang memadukan teori dan pengalaman petani dalam melakukan kegiatan usaha tani. SLPHT sendiri singkatan dari Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu yaitu suatu pendekatan dalam rangka mempelajari seluk beluk mengenai hama maupun penyakit dan bagaimana cara penanggulangannya melalui pembelajaran yang didampingi oleh petugas POPT dan penyuluh. Sedangkan aktivitas kelompok tani menggambarkan, bagaimana petani dalam kelompoknya merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis, sosial maupun ekonomi secara bersama Program ini dirancang dengan melakukan praktik langsung ke lapang dengan mengamati secara langsung keadaan-keadaan disana, sehingga petani akan langsung jelas memahami dari setiap peristiwa yang dialaminya di lapang. Hasil pengamatan natinya dibawa ketempat saung pertemuan dan didisusikan kemudian di prosetasikan lalu diambil kesimpulan untuk memecahkan masalah.


3.

Knowledge = pengetahuan.
Artinya POD berusaha meningkatkan pengetahuan peserta didiknya. Apa yang sudah dipelajari dan diketahui digunakan sebagai bekal, dan apa yang belum diketahui dijadikan sebagai pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuannya.

Skill = Keterampilan
Artinya keterampilan apa saja yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik. Setiap orang memiliki potensi dan bakatnya masing-masing. Jadi POD berusaha menggali potensi dari masing-masing peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya lalu diasah dan dikembangkan keterampilannya melalui praktik maupun pelatihan.

Attitude = Sikap
Artinya perubahan apa saja yang terjadi pada sikap peserta. Setelah dilakukan pembelajaran diharapkan sikap dari pesertanya mengalami perubahan sikap kearah yang lebih baik. Misalnya yang semula enggan untuk saling membantu atau kurang peduli dalam kegiatan gropyokan untuk mengendalikan hama tikus, maka sekarang sikap pedulinya menjadi tumbuh setelah dilakukan pembelajaran.

Behaviour = kebiasaan
Artinya setiap petani biasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan dalam melakukan proses produksi entah itu teknik turun-temurun dari leluhurnya atau memang kebiasaannya sejak mulai bercocok tanam. Namun dari kebiasaan tersebut terkadang ditemui kebiasaan yang kurang baik atau sebenarnya merugikan petani itu sendiri walaupun petani tersebut menganggapnya baik. Oleh karenanya dengan POD diharapkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat dihilangkan dan diperbaiki. Misalnya saja banyak kita jumpai bahwa petani menganggap dalam mengelola lahan sawahnya jika banyak air maka dikatakan akan baik juga produksinya, padahal hal tersebut tidak seutuhnya benar. Penanaman padi yang baik haruslah memperhatikan kadar air yang cukup dalam pengairannya seperti yang digunakan dalam metodi S.R.I.

Strategi pembelajaran untuk meningkatkan knowledge, skill, attitude, dan behaviour.
1)        Proses pembelajaran dirancang untuk mendorong orang dewasa mampu menata dan mengisi pengalaman baru dengan berpedoman pada masa lalu yang pernah dialami. Serta mampu memberi wawasan baru bagi masing-masing individu untuk dapat memanfaatkan apa yang sudah diketahuinya. Contoh: latihan keterampilan melaui tanya jawab, wawancara, konsultasi, latihan kepekaan, dan lain-lain,
2)        Proses pembelajaran dirsancang untuk meningkatkan transfer pengetahuan baru, pengalaman baru, dan keterampilan baru sehingga dapat mendorong masing-masing individu dewasa guna meraih semaksimal mungkin ilmu penetahuan yang diinginkanya, apa yang menjadi kebutuhanya, serta keterampilan yang diperlukan. Contoh: belajar dengan menggunakan program komputer yang dibutuhkan di tempat mereka bekerja.



to be continue,,,,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© AGRIBISNIS UNS is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template