Comments

Sabtu, 11 Oktober 2014

Perkembangan Sistem Informasi Manajemen dan Perannya di Agribisnis

Posted by at 20.35 Read our previous post
vPerkembangan Sistem Informasi Manajemen
SIM merupakan bidang terapan yang mendapatkan perhatian para pelaku bisnis sejak Teknologi Informasi (TI) dimanfaatkan pada tahun 1950-an. Pada awalnya, titik fokus utama ialah efisiensi, mengingat harga perangkat keras yang sangat mahal (jutaan dollar). Secara perlahan komponen biaya perangkan keras menyusut. Namun secara keseluruhan, anggaran tahunan TI sebuah organisasi cenderung untuk terus meningkat. Timbul kesadaran bahwa masalah yang dihadapi bukan sekedar Ilmu Komputer, teknik Elektronika, atau Matematika. Diperlukan sebuah metoda universal yang secara sistematis dan efektif dapat dengan cepat menanggulangi permasalah yang timbul dari waktu ke waktu. Ini berbeda dengan tradisi dunia akademis yang menawarkan berbagai variasi solusi teoritis yang telah dikaji secara ilmiah untuk permasalahan yang belum ada (G.A. Gorry & M.S. Scott).
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang semenjak tahun 1960-an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”. “Sistem informasi dan Pengambil Keputusan” (G. Davis & M. Olson)
       Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) khususnya di Indonesia sangat cepat diterima oleh organisasi dengan skala besar. Namun demikian, para pengguna yang mencoba Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada tahap awal menyadari bahwa hambatan terbesar berasal dari para lapisan manajemen tingkat menengah sampai tingkat atas, dan bukan berasal dari manajemen tingkat bawah (Pusdiklatwas BPKP, 2007)
Segala sesuatu kalau dikerjakan sangat cepat dan baik akan menghasilkan kemajuan yang amat pesat, begitu pula dengan sistem informasi ini, penerapan SIM ini perlu di kembangkan atau dimajukan lagi, tidak hanya di kota-kota maju, tetapi harus menyebar ke plosok-plosok daerah. Banyak kita lihat masalah tersebut misalnya pada perusahaan Agribisnis yang mengelola bisnisnya pada komoditi pertanian. Mereka cenderung mengutamakan kegiatannya pada pusat saja dan kurang terorganisasinya sub-sub bagian perusahaannya karena tempatnya yang biasa berada di daerah-daerah yang dekat dengan lahan pertanian dan itu berarti berada pada lingkungan pedesaan. Sehingga arus informasi yang mereka dapatkan pun juga terbatas dan kurang karena terbatasnya fasilitas yang disediakan disana. Solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut yaitu dengan cara mengenalkan dulu teknologi yang ada sekarang, setelah mengerti baru diterapkan oleh beberapa daerah, saya yakin kalau SIM ini berjalan dengan baik, maka indonesia akan lebih baik lagi, tetapi lihat dan selidiki oknum-oknum yang memperlambat bahkan merusak sistem informasi ini, contoh orang-orang yang menjalankan projek negara ini korupsi dan tidak bertanggung jawab, banyak kejadian seperti ini dan kurang diperhatikan, kan sangat sayang apabila negara mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk preojek ini tetapi dihancurkan oleh beberapa oknum tadi. Itulah mengapa problem terbesar dari pengadaan SIM ini berada pada manajemen tingkat menengah sampai keatas karena terjadi tidak seimbangnya sistem keamanan yang dimilikinya dengan beberapa orang ahli atau profesional yang mampu memanipulasi beberapa data dengan mudah sehingga kegiatan arus informasi menjadi terganggu.
Jadi, kesimpulan yang dapat di ambil dari uraian diatas adalah perkembangan sistem informasi di Negara kita ini masih sangat ketinggalan di bandingakn dengan yang ada di luar negeri. Jadi, untuk yang di daerah-daerah masih sangat ketinggalan informasi. Bahkan banyak juga warganya yang tidak bisa menggunakan komputer. Sehingga ini perlu dimajukkan kembali perkembangan dalam bidang sisten informasinya jadi tidak akan ada lagi warganya yang ketinggalan tekhnologi. Disamping itu untuk pertukaran dari pemerintahannya sendiri kemungkinan tidak dapat saling menukar informasi dengan cepat dikerenakan tidak adanya pemancar yang bagus sehingga bisa jadi, data yang terkirim tidak bisa nyampai tepat waktu sehingga informasi yang didapatkan tidak sampai tepat waktu.
          Selain itu hal yang perlu diperhatikan bahwa dalam manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi memainkan peran yang penting di dalam organisasi. Sistem informasi sangat mempengaruhi secara langsung dalam pengambilan keputusan, membuat rencana, dan mengelola pegawai, serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar pelayanan minimum, dan menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat. Untuk itu, tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.
v Peranan SIM dalam bidang Agribisnis
Dalam membangun sistem informasi dalam Agribisnis, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yang juga merupakan peranan SIM dalam Agribisnis yang meliputi  informasi produksi, informasi distribusi, dan informasi pengolahan serta informasi pasar.
1.    Informasi Produksi
Informasi produksi adalah suatu sistem yang hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang tetap bertumpu pada input, proses dan output.
2.    Informasi Distribusi
Informasi ini berkaitan dengan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen agar berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya informasi distribusi akan memudahkan penyebaran suatu produk ke tangan konsumen yang tersebar luas. Misalnya saja akan dijual ke agen mana produknya, langsung ke konsumen atau lewat suatu organisasi dahulu. Alat transportasinya akan menggunakan apa dan lewat jalur mana agar lebih cepat prosesnya.
3.    Informasi Pengolahan
Informasi didapat dari sekumpulan data. Data yang telah didapat bisa langsung digunakan sebagai media informasi namun ada juga yang melalui proses pengolahan agar menjadi informasi yang runtut dan jelas. Proses pengolahan yang dilakukan bisa dengan pengkonversian, penambahan, pengeditan, dan penggabungan. Informasi pengolahan bisa juga diartikan tentang bagaimana suatu produk diolah sedemikian rupa agar menjadi keluaran/output yang berkualitas.
4.    Informasi Pasar
informasi pasar adalah kumpulan data hal-hal, kejadian, transaksi di perekonomian pasar yang sudah di kelompokan dan memiliki nilai dan makna bagi perusahan untuk dapat melakukan bisnis. Informasi pasar merupakan suatu berita yang bisa mempengaruhi demand dan supply barang yang pada akhirnya mempengaruhi harga, misalnya berita gagal panen, bisa membuat harga naik.

DAFTAR PUSTAKA

G.A. Gorry and M.S. Scott, A Framework for Management Information Systems, Sloan Management Review, 13(1), Fall 1971, 55­70
G. Davis and M. Olson, Management Information Systems, 1984, 5­6
Pusdiklatwas BPKP. 2007. Modul Sistem Informasi Manajemen

 Download artikel 
 Download jurnal penelitian bidang SIMDI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© AGRIBISNIS UNS is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template